Fakta Menarik Sejarah dan Perkembangan Kacang

Kacang adalah salah satu bahan makanan paling umum di dunia. Diproduksi secara luas di daerah tropis dan subtropis, jenis polong ini mengandung nutrisi esensial yang sangat diperlukan tubuh. Di dalam 100 gram kacang, terdapat 570 kalori yang menjadi sumber berbagai vitamin B, vitamin E serta beberapa jenis mineral seperti mangan, magnesium, fosfor dan serat. Kandungan kacang ini ditemukan dalam kurun waktu 150 tahun sejak pertama kali dibudidayakan. Untuk mengetahui bagaimana kacang berkembang menjadi makanan yang lezat dan populer, mari kita kembali sejenak ke masa dimana kacang pertama kali dikultivasi.

Carver, Bapak Budidaya Kacang

Orang pertama yang mengembangkan dan membudidayakan kacang lahir dari keluarga budak di Amerika Serikat. Dr George Washington Carver lahir di Missouri pada Januari 1864.  Ia kemudian menjadi salah satu ilmuwan dan penemu yang sangat populer di zamannya sekaligus seorang guru di Institut Tuskegee.

Lahir di perkebunan pada masa setelah perbudakan, Carver adalah salah satu dari sekian banyak peneliti yang mendorong para petani kapas dan jagung di selatan untuk menanam kacang sebagai tanaman alternatif karena kacang dapat mengembalikan nitrogen ke tanah (melalui proses nitrogen fixation) agar tanah tidak kekurangan nitrogen setelah diserap oleh kapas dan jagung yang ditanam.

Botanis dan inventor ini seringkali disebut sebagai orang yang menemukan ratusan kegunaan kacang seperti pewarna, plastik dan juga bahan bakar. Beliau juga menemukan kegunaan medis dari bagian tanaman seperti obat untuk TBC serta antiseptik yang terbuat dari kulit dan biji kacang.

Carver merubah kacang menjadi tanaman dengan ribuan kegunaan. Saat ini, kacang telah menjadi makanan favorit di seluruh dunia dan digunakan dalam berbagai hidangan ala Asia, Eropa dan Amerika. Selain itu, bahan beberapa saus, bubur serta bumbu ini juga seringkali disajikan dengan cara dipanggang, digoreng, dibakar ataupun mentah.

Kacang merupakan salah satu jenis makanan paling serba guna. Kacang dapat dimakan sejak pertama kali dikeluarkan dari dalam tanah. Dalam bentuk yang telah diproses pun kacang juga sangat populer di masyarakat.

Beberapa produk kacang yang populer adalah selai kacang, minyak kacang dan tepung kacang. Tak hanya itu, kacang juga dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dapat memecahkan masalah energi di masa yang akan datang.

Produk Kacang

  • Selai Kacang

Lebih dari 900 tahun yang lalu, peradaban Aztek kuno menemukan bahwa kacang dapat direndam kemudian di pagang dan digiling sehingga berubah menjadi sejenis pasta yang dapat disantap dengan roti dan disukai oleh anak-anak di seluruh dunia. Selai kacang juga digunakan dalam kue oleh banyak bakery dan merupakan basis berbagai makanan di Asia Tenggara seperti Sate, Gado-Gado dan Pad Thai.

  • Minyak Kacang

Minyak kacang sering digunakan untuk masak karena minyak dari kacang memiliki rasa yang lembut dan akan berasap hanya pada suhu tinggi. Minyak kacang juga lebih sehat dibanding minyak pada umumnya. Beberapa jenis minyak kacang antara lain: minyak kacang aromatik, minyak kacang olahan, minyak kacang tanpa pemanasan dan ekstrak kacang.

Banyak restoran menggunakan minyak kacang untuk masak karena rasanya tidak menghilangkan rasa asli bahan makanan yang digoreng. Minyak kacang juga dapat memperkaya rasa pada salad dressing.

  • Tepung Kacang

Tepung kacang adalah tepung yang lezat dan crunchy yang tepat dipadukan sebagai bahan tambahan dalam beberapa jenis masakan. Pisahkan lemak dari kacang yang dipanggang dan Anda akan mendapatkan kandungan protein tinggi yang dapat digunakan untuk membuat sup lebih kental, membungkus daging ayam, ikan, roti kue dan sereal.

  • Bahan Bakar Organik

Saat ini kacang tidak hanya berguna untuk masak; kacang dapat diproses menjadi biodiesel yang dapat digunakan untuk kendaraan bermotor.

Dengan kandungan minyak hingga 52 persen, kacang adalah salah satu jenis polong-polongan yang paling efektif jika diproses menjadi bahan bakar biodiesel. Setiap hektar kacang, dapat menghasilkan hingga 450 liter biodiesel. Sangat efektif jika dibandingkan dengan kedelai yang per hektarnya hanya menghasilkan 138 liter per hektar dan jagung yang menghasilkan 320 liter per hektar.

Sumber: Universitas Florida